Apa Itu PCR Test? Yuk Kenali Fungsinya Biar Tidak Salah

Pandemi covid-19 masih terus menjadi momok di berbagai negara di dunia, tidak terkeculai di Indonesia. Hal ini otomatis membuat banyak orang semakin kesulitan untuk memutar roda ekonomi untuk sekadar bertahan hidup maupun menghidupi keluarga.

Di Indonesia, pemerintah sendiri sudah melakukan berbagai upaya untuk menanggulangi semakin meluasnya penyebaran virus corona covid-19. Mulai dari mengeluarkan kebijakan PSBB atau Pembatasan Sosial Berskala Besar, anjuran untuk WFH bagi karyawan, meliburkan proses belajar mengajar, hingga mengalihkan berbagai layanan strategis kedalam proses digital.

Seiring berjalannya waktu, upaya tersebut memang berhasil menekan angka penyebaran dalam skala yang lebih besar. Namun, sayangnya himbauan tersbut tidak mampu bertahan lama, upaya yang dibangun dalam waktu sekitar tiga bulan pertama kini sudah dianggap sebagai hal wajar. Padahal, secara statistik pasien virus corona covid-19 sama sekali belum menunjukkan tanda-tanda penurunan.

Salah satu upaya lanjutan yang saat ini sedang gencar dilakukan pemerintah melali berbagai channel kesehatan adalah mendorong ketersediaan PCR est atau SWAB test bagi pasien yang reaktif dalam uji rapid test.

Lantas, apa itu PCR test? Dan bagaimana proses pengambilan sampelnya?

Apa itu PCR Test? Merurut penjelasan ahli, PCR (Polymerase Chain Reaction) swab test adalah sebuah proses pemeriksaan laboratorium guna mengidentifikasi keberadaan material genetik dari bakteri, sel, maupun virus. Dengan kemampuan deteksi seperti di atas, PCR Test saat ini menjadi metode yang tepat untuk mengetahui apakah seseorang layak didiagnosis positif virus corona covid-19 atau tidak. Caranya yakni degan mendeteksi material genetik yang diperoleh berdasarkan informasi struktur virus dari wuhan.

Nah, pada artikel kali ini kita akan membahas tentang PCR Test yang saat ini sudah bisa dilakukan secara mandiri melalui sejumlah fasilitas kesehatan, klinik, atau rumah sakit di beberapa kota besar di Indonesia.

Sebagaimana kita ketahui, saat ini, ada dua metode yang dilakukan oleh tenaga medis di Indonesia untuk mendeteksi keberadaan virus corona, masing-masing yakni rapid test dan PCR (Polymerase Chain Reaction) swab test. Meski sama-sama digunakan untuk mendeteksi virus corona, pada kenyataannya kedua test tersebut memiliki beberapa perbedaan yang sangat kentara.

PCR Test Menggunakan Jenis Sampel Berbeda dari Rapid Test

Perbedaan paling kentara antara PCR Test dengan Rapid test bisa dilihat dari jenis sampel yang diambil oleh dokter. Rapid test dilakukan dengan mengambil sampel darah dengan cara menyuntikkan jarum kebagian ujung jari kemudian diteteskan kedalam alat khusus untuk mengetahui apakah sampel reaktif atau tidak.

Sementara itu, untuk PCR test atau Polymerase Chain Reaction tata cara pemeriksaannya dengan mengambil sampel lendir yang diambil dari tenggorokan maupun dari dalam hidung pasien. Pemeriksaan dengan menggunakan metode PCR jauh lebih akurat karena dua lokasi di atas menjadi tempat krusial virus masuk dan berkembang, sebelum akhirnya menginfeksi saluran pernafasan.

PCR Test Membutuhkan Waktu Lebih Lama Dibandingkan Rapid Test

Pemerintah sejak dari awal mendorong perluasan rapid tes secara masal. Alasannya selain hanya membutuhkan waktu 10-15 menit untuk mengetahui hasil pengujian, rapid test juga bisa digunakan untuk memetakan potensi penyebaran virus corona covid-19 yang lebih luas. Namun, sayangnya hasil covid test dengan metode rapid test tidak bisa menjadi patokan apakah seseorang sakit atau tidak. Teman satu kantor saya bahkan sempat positif saat menjalani rapid test tapi beruntungnya tidak mengindap penyakit virus corona covid-19 setelah dilakukan PCR Test atau swab.

Di sisi lain, PCR Test saat ini masih membutuhkan waktu beberapa hari untuk bisa melihat hasilnya. Prosesnya yang lebih rumit serta banyak reaksi yang harus dilihat menjadi alasan utama test ini masih jarang dan memerlukan biaya cukup tinggi.

Konsultasi Gejala Covid-19 Dengan Dokter Ahli Via HaloDoc

Bagi Anda yang saat ini sedang mencari informasi tentang PCR Test, salah satu layanan yang masuk dalam rekomendasi adalah aplikasi HaloDoc. Anda bisa mengakses HaloDoc melalui smartphone atau laptop untuk konsultasi dengan dokter ahli terkait gejala covid19, biaya PCR Test hingga keluhan-keluhan yang sering Anda alami. Menariknya, konsultasi bisa dilakukan tanpa perlu antri, Sehingga otomatis mampu meminimalisir potensi penyebaran virus corona covid-19 menjadi semakin luas lagi.

Semoga bermanfaat. Tunda dulu wisata ke Bantul atau wisata di Pantai Indrayanti di masa pandemi seperti sekarang ini. Utamakan kesehatan diri serta keluarga agar tidak menjadi malapetaka di kemudian hari.

Salam

Related Stories

Discover

Apa Itu PCR Test? Yuk Kenali Fungsinya Biar Tidak...

Pandemi covid-19 masih terus menjadi momok di berbagai negara di dunia, tidak terkeculai di...

Konsultasi Dokter Lebih Praktis Pakai Layanan SehatQ.com

Di era digital yang serba online seperti sekarang semakin mudah untuk menemukan service atau...

Keajaiban Pantai Ngobaran Dengan Air Tawar dan Area Karang

Seberapa luas pengetahuan anda tentang Gunungkidul? Kabupaten yang terletak di 65 km sebelah tenggara...

5 Cara Memaksimalkan Proses Belajar Anak

Anak-anak di usia lima tahun ke atas memiliki pola pikir yang unik. Terkadang, mereka...

5 Pilihan Tempat Wisata Unggulan di Bantul

Bantul merupakan salah satu kabupaten di Jogja yang banyak dijadikan sebagai tujuan wisata. Kenapa...

5 Rekomendasi Tempat Menginap di Pantai Gunung Kidul

Jogja memiliki banyak destinasi wisata yang selalu berhasil menarik minat banyak wisatawan. Tak heran...

Popular Categories

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here